Menghapus Dosa dengan Sholat

Bagi umat Muslim, sholat wajib dikerjakan sehari semalam sebanyak 5 kali. Dan Allah tidak mewajibkan suatu hal kepada hambanya melainkan terdapat suatu kebaikan yang kembali kepada si hamba itu sendiri.

Seperti halnya orang tua mewajibkan sesuatu untuk anaknya, makan misalnya untuk anak yang susah makan. Orang tua mewajibkan makan untuk anaknya karena itu baik untuk kesehatan anaknya.

Nah, sholat dan beberapa hal yang diwajibkan Allah untuk hambanya juga begitu. Pasti ada kebaikan di dalamnya. Di antara manfaat sholat yang kembali pada hambanya, misalnya dalam gerakan sholat mengandung suatu gerakan yang menyehatkan tubuh.

Selain itu, sholat juga bisa menghapus dosa. Antara sholat satu waktu dengan waktu berikutnya adalah penghapus dosa. Jika sehari semalam kita sholat sebanyak 5 kali, maka selama 5 kali dosa kita dibersihkan.

Sholat adalah penghapus dosa harian antara satu waktu dengan waktu berikutnya. Untuk penghapus dosa mingguan ada sholat Jumat. Untuk penghapus dosa tahunan ada puasa ramadhan.

Begitulah salah satu cara Allah untuk mengampuni dosa hambanya. Dengan mewajibkan sesuatu yang menjadi penyebab terampuni dosanya. Selain dapat mengampuni dosa, tentunya beberapa amalan tersebut juga berbuah pahala.

Darimana kita melihat kebaikan sholat dan beberapa amalan tersebut kembali kepada kita sendiri. Coba rasakan, kerjakan amalan-amalan tersebut. Seandainya tidak ada pahala padanya, kita akan tetap merasa tenang dan tenteram, segala urusan mudah.

Jadi, kalau tanpa pahala saja sudah baik untuk kita lakukan, bagaimana kalau ditambah pahala. Tentu ini menjadi sebuah motivasi yang sangat berharga untuk terus mengerjakan amal shalih.

Kembali lagi ke sholat sebagai penghapus dosa. Dalam bacaan sholat mengandung arti doa untuk kebaikan dunia dan akhirat seorang hamba.

Nabi mengibaratkan Sholat adalah sebagai sungai yang ada di sekeliling rumah kita. Kemudian dalam sehari semalam kita mandi di sungai itu minimal sebanyak 5 kali. Kira-kira, masihkah ada kotoran di dalam diri kita.

Yang terpenting, dalam beramal, kita tidak boleh sombong dengan amalan yang telah kita kerjakan. Sebab, sombong akan membakar habis pahala dan buah dari amal tersebut. Justru dampaknya lebih buruk dari yang tidak beramal.

Karena sombong merupakan bibit penyakit yang dapat merusak. Baca Tentang Islam Sontoloyo