Semua Orang Bisa Menulis Bagian 1

Putar Haluan Jadi Penulis

Di tahun 2002, Nelf memutuskan berhenti jadi petugas paramedis karena ingin merawat batitanya di rumah. Keputusan ini cukup berat dirasakan karena sebelumnya ia yang terbiasa sibuk, harus berkutat di rumah saja. “Saya jadi gampang marah tanpa sebab yang jelas,” kata Nelf. Tapi hal ini tak berlangsung lama.

Tahu Nelf senang membaca, sang suami membelikannya banyak buku. Kebosanan Nelf pun sedikit teredam. Pada suatu waktu, Nelf membaca tentang adanya workshop menulis cerita anak di sebuah majalah. “Saya berpikir, asyik juga kalau bisa menulis cerita sekalian diceritakan pada anak.” Setelah mendapat dukungan suami, Nelf pun ikut pelatihan dengan semangat.

Usai pelatihan, ia tergerak menulis. “Saking rajin dan semangatnya, saya kirim cerpen ke Kompas Anak, majalah Bobo, dan lainnya,” kenang Nelf. Ada sekitar 30 cerpen yang Nelf buat dan tidak ada yang dimuat. “Tidak masalah, meski tidak dimuat saya bisa bacain buat anak-anak, mereka tak akan pernah menolak,” seloroh Nelf yang tak patah arang dan terus menulis.

“menulis memang merupakan hobi yang harus diajarkan sejak dini agar anak selain menulis juga membaca. Karena dengan memiliki hobi menulis dan membaca wawasan anak akan jadi lebih terbuka. Terutama ketika menghadapi ujian masuk universitas. Namun dengan adanya lembaga pelatihan tes masuk universitas luar negeri bisa membantu anak yang kurang suka untuk menulis dan membaca.”

Membuka Kursus Menulis

Menulis cerita anak, diakui Nelf, adalah hal yang paling menggembirakan. “Saya bisa menuangkan semua kejadian yang pernah dialami sewaktu kecil dalam bentuk cerita sekalian nanti bisa diceritakan pada anak.” Kegembiraan ini tak mau ia simpan sendiri, ilmunya harus ditransfer. “Di rumah saya buka kelas privat menulis untuk anak-anak, peminatnya lumayan banyak,” jelas Nelf.

Kelas privat yang dimulai sejak 2012 dilakukan sekali seminggu. “Saya ajarkan teknik menulis untuk dikirim ke media atau diterbitkan sebagai buku.” Tahun 2013, dua anak bimbingan Nelf berhasil mengikuti ajang Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) yang diselenggarakan penerbit Mizan. Selain privat, Nelf pun diminta untuk mengisi kegiatan ekstrakurikuler di SDIT Almuchtar Bekasi, Jawa Barat. Kemudian, bersama teman-teman penulis lain, Nelf juga kerap melakukan CSR ke panti-panti asuhan.